Heart Chat Bubble

Rabu, 03 Oktober 2012

1959 First EVER Barbie Commercial~konspirasi





kali ini gue mo share iklan pertama boneka barbie yang di buat oleh perusahaan mattel Inc pada tahun 1959.
di sini jelas terlihat barbie di tampilkan sebagai sosok feminin yang mempesona, dan memukau dengan berbagai tampilan dan gaya fashion yang dia miliki. pesona barbie dalam iklan ini juga di perkuat dengan jingle lagunya yang memiliki arti konspirasi mendalam tentang kecantikan dari boneka plastik tersebut.
berikut liriknya:

"Barbie's small and so petite,
Her clothes and figure look so neat...
Some day I'm gonna be exactly like you
Till then I know just what I'll do.
I'll make believe I'm you."


buat gue lirik ini menarik, , lirik dalam jingle lagu iklan pertama barbie inilah yang menentukan makna sama akan penilaian sebuah kecantikan. 
menurut gue iklan ini adalah tolak ukur bahwa ada unsur rasis dan tidak humanis dalam sebuah boneka plastik yanag bernama "barbie"

ok 
thanks 

Sabtu, 15 September 2012

innocence~786~demo~tragedi~islam


Huh sebenernya si gue ude kelewat malas untuk nulis tentang demo yang terjadi dikalangan umat muslim dunia terkait  film innocence of muslims buatan amerika atopun film 786 buatan Holland yang berisi lawakan mengenai nabi Muhammad SAW. Karna buat gue ini adalh suatu tanggapan kritis yang cukup sensitif untuk di publish, dan cukup berat juga untuk dikritisi.

Tapi beredarnya film-film ini ude menuai banyak protes dari umat islam diberbagai Negara. Dan gue mau ikut ambil bagian memprotes film ini dengan cara gue, yaitu nulis. Karna yang terjadi saat ini, beberapa aksi protes yang dilakukan oleh para demosntran muslim di berbagai Negara dibarengi selalu dengan tindakan anarkisme. Menurut gue wajar si aksi protes yang dilakukan para demonstran muslim itu, karna film tersebut memang berisikan penghinaan dan penggambaran yang tidak sesuai dengan apa yang telah diyakini umat islam bertahun-tahun tentang nabi mereka”Muhammad SAW” . Umat islam dunia tentu tidak terima nabi yang di hormati dan di sayanginya di representasikan ke dalam film yang terkesan melecehkan. karna di kedua film tersebut nabi digambarkan sebagai seorang lelaki hidung belang, penipu dan benci pada agama lain.

Memang film ini berisikan pelecehan terhadap umat islam secara langsung dan telah menjadi sebuah doktrin baru tentang seperti apa islam itu. Sehingga wajar aksi protes mengecam dan memboikot peredaran film tersebut dilakukan secara serentak bersamaan di berbagai Negara yang mayoritas penduduknya muslim, karna yah film tu sudah sangat menyinggung umat islam di seluruh dunia.

Hmm, tapi gabisa dipungkiri juga bahwa kedua Negara yaitu amerika dan holland yang memproduksi film  tersebut merupakan penganut liberalism, walopun film tersebut diproduksi oleh kelompk tertentu dan katanya "tidak disponsori" oleh negera( yah sebut aja kek gt), tapi tetep aj film ini lahir, diproduksi dan dibuat oleh sekelompok orangyang bermukim di negara tersebut. Sehingga segala macam ide dan gagasan si pembuat film dilindungi karna merupakan bagian dari kebebasan ekspresi meraka "orang-orang di negara tsb.(si-para pengkreatif film penuh sensasi ini) .tapi yah harus juga dipahami disini adalah,  film ini hadir ditengah polemik dunia akan ketertakutan terhadap terorisme yang identik dengan umat islam. Hadirnya film ini tentu menjadi doktrin baru terhadap masyarakt dunia, tentang apa dan bagaimana ajaran islam itu. Dan kehadiran film ini sudah semakin menyulut api permusuhan atara kubu islam dan barat. apalagi  film ini sudah dapat dengan mudah diunduh oleh warga dunia. karna  peredarannya yang semakin pesat maka uda tentu, semakin cepat juga menyulut api kemarahan umat islam dunia. Dan aksi protes pun...' tidak terelakkan lagi.

satu hal yang sempat gue sayangkan di sini adalah aksi protes yang bermunculan dibeberapa negara islam di timur tengah barengi dengan tindakan anarkistis. Seperti aksi protes di libya yang mengakibatkan tewasnya duta besar J Christopher stevens dan aksi protes pengunjuk rasa di mesir yang menyerang gedung kedutaan besar AS dikairo untuk menurunkan bendera amerika serikat. tindakan tersbut tentu semakin menyulut api permusuhan berjutaa-juta orang terhadap keberpihakan dan pandangannya mengenai film dan  dampak dari flm itu. intinya adalah "ketersinggungan"

satu kenyataan yang harus diterima adalah islam fobia merebak di berbagai belahan dunia, kehidupan warga muslim di dunia terus berdinamika mengalami keterasingan dan keterpurukan dan terdeskirminasikan. Kebijakan politik luar negeri saat ini pun terkesan semakin memojokkan islam . sehingga Negara-negara yang bersebrangan dengan kepentingan Negara adidaya terinvasi dan terprovokasi. Gue tidak akan mempertegas siapa yang berhak bertanggung jawab, dan siapa yang bersalah terhadap hal ini dari perspektif gue,  Karna yah lagi-lagi ini merupakan bahasan yang sangat sensitif.
Dan kebtulan ilmu gue juga masih blon sampe untuk membahas tentang pembenaran dari kejadian ini. gue masih blon punya dasar keilmuan yang jelas, masuk akal, dan dapat di terima terkait hal tersbut. Tapi setidaknya ada satu bentuk kesadaran yang gue dapat ketika melihat dampak dari munculnya film innocence of muslim dan 786. Yaitu gue “pribadi”ngerasa lebih sadar dan mengerti kalo
-         gue hanya bagian dari ketidakmengertian dan kepura-puraan.
-         Gue hanya bagian dari kesemrawutan peradaban manusia era modern.
-         gue menjadi bagian dari revolusi manusia yang haus akan kekuasaaan, dan
-       Gue hanya bagian dari permusuhan global yang tidak mengupayakan terciptanya kondisi damai.

Namun gue akan terus menjadi bagian dari Umat Islam di dunia yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan islami. Jadi gue berharap agar islam yah tetaplah menjadi islam, dan urusan benar baik, tidak, nyata salah dan bagaimananya biarlah menjadi urusan setiap pribadi individu terhadap Tuhan_Nya dan ajaran yang diyakininya. bersikaplah harmonis dengan tidak saling menyinggung dan melecehkan satu sama lain.

maaf kalo tulisan gue kali ini tidak sampai pada satu titik temu. karna gue pribadi masih blum menemukan menemukan makna dari sebuah pembenaran

best regards
hanifah





Senin, 14 Mei 2012

diary of hanifah: cinderella story (versi Hanifah)

diary of hanifah: cinderella story (versi Hanifah):
tulisan ini gw buat dalam rangka tugas mata kuliah psikologi komunikasi....

cinderella story (versi Hanifah)

tulisan ini gw buat dalam rangka tugas mata kuliah psikologi komunikasi....

Cinderella;mitos kecantikan sepanjang masa.

Alkisah disebuah negeri antah berantah, hiduplah seorang gadis yang cantik jelita namun hidupnya menderita akibat ulah ibu tiri dan saudara2 tirinya. Dia menjadi pelayan bagi ibu tiri dan kedua saudara tirinya. Dia menjadi pelayan bagi ibu tiri dan saudara tirinya. Suatu ketika pengeran mengumumkan akan mengadakan pesta dansa 3 hari 3 malam untuk mencari isteri. Para gadis didesa sibuk mempersiapkan diri dengan mempercantik diri mereka, membeli gaun yang indah untuk pergi kepesta dansa itu. Tak terkecuali kedua saudara tiri Cinderella. Harapan para gadis2 itu hanya satu, menjadi yang tercantik dapat memikat hati sang pangeran dan selanjutnya dapat menjadi isteri pangeran, sehingga dapat hidup sampai akhir hayat dengan bergelimang harta.
Cuplikan resensi film diatas diambil dari film yang berjudul Cinderella story. Selain melalui film Cinderella, kisah Cinderella dituangkan dalam berbagai bentuk mulai dari kartun, buku bacaan anak hingga mainan unutk anak-anak diseluruh dunia. Tak heran bila kisah ini terus melekat dihati para anak-anak, khususnya anak perempuan. Tetapi tanpa kita sadari, penciptaan dari dongeng2 kepahlawanan seperti ini mempunyai misi tersembunyi dibalik penciptaannya.
Hal menarik yang coba saya analisis disini adalah:
para gadis bersusah payah mempercantik diri mereka hanya untuk pergi kepesta istana. Mengapa?karena mereka ingin memikat hati pangeran. Lalu apa? Agar selanjutnya dapat menjadi isteri pangeran, dan dapat hidup sampai akhir hayat bergelimang kemewahan dan kekayaan.

Dari kutipan kisah diatas”saya dapat menyimpulkan dampak psikologis alur diatas terhadap anak kecil ataupun para perempuan muda yang menontonnya. Mereka akan berasumsi bahwa menjadi cantik dan memikat hati pangeran kaya raya akan menjadikan hidupnya bahagia sampai akhir hayat. Padahal hidup ini tidak hanya sebatas harta, kuasa, dan pengakuan saja. Ada banyak hal yang lebih dari itu yang bisa dijadikan pedoman dan tujuan kebahagiaan kita. Saya berasumsi bahwa dongeng2 semacam ini sengaja diciptakan sebagai penegasan bahwa perempuan adalah
 -Makhluk inferior yang tidak bisa hidup tanpa mengandalkan penampilan fisik mereka
-Makhluk lemah, tidak dapt hidup mandiri dan selalu berada dibawah kekuasaan laki2
-Makhluk yang tidak mempunyai pilihan dan selalu menjadi objek.
      Kisah ini menjadikan para perempuan beranggapan bahwa seseorang perempuan dikatakan bernilai jika dilihat dari segi fisik seperti kecantikan, keanggunan, kesucian, menguasai pekerjaan domestik dan sebagainya. Hal tersebut menjadi syarat mutlak bagi seorang perempuan untuk meningkatkan status sosialnya dimasyarakat. Perempuan yang memiliki syarat-syarat ini diharapkan dapat memikat pria-pria dan kemudian keinginan mereka tercapai. 
Dan kisah ini jika ditelusuri lebih jauh telah menanamkan sifat materialistik pada diri perempuan secara tidak langsung.
Ironisnya dongeng-dongeng seperti ini diwariskan dari generasi ke generasi, tidak hanya cerita dan tokohnya saja, tetapi juga nilai- nilqi yang terkandung didalamnya. Namun tanpa disadari nilai moral tersebut menjadi strategi untuk mempermudah penyebaran misi mitos kecantikan yang bertujuan untuk kepentingan pihak corporate / pihak-pihak tertentu. Mitos kecantikan merupakan upaya doktrinasi agar perempuan memberikan standard penilaian yang sama terhadap apa itu “cantik”.
Hal ini digambarkan sempurna dalam dongeng Cinderella. Para perempuan diseluruh negeri berdandan secantik mungkin, memakai gaun yang terbaik, memakai perhiasan yg mahal.  Para ibu sibuk mempercantik putri mereka. Semua ingin berdansa dengan pangeran. Semua ingin mendapatkan perhatian pangeran. Semua ingin menjadi istri sang pangeran.
Cinderella pun ditampilkan sebagai sosok yang ideal. Cantik, bertubuh langsing, memakai gaun yang indah, memakai sepatu kaca, dan membawa kereta kencana yang sangat mewah. Citra ideal tersbut merupakan fantasi laki-laki. Citra ideal tersbut menjadi panduan bagi prempuan dan impian perempuan yang sesungguhnya adalah sebuah mimpi yang tidak pernah tercapai. Akan tetapi mengapa fantasi in terus diwariskan dari generasi ke generasi? 
Tentu saja ini berguna untuk mengendalikan perempuan. Pada akhirnya perempuan lebih menyibukkan diri untuk mempercantik dirinya yang sudah cantik. Namun demikian, laki-lakilah yang menjadi juri atas kontes kecantikan ini. Laki-laki tidak akan pernah terpuaskan, sedangkan perempuan akan terus berusaha untuk menjadi sempurna menurut fantasi laki-laki. Secara psikologis, kecenderungan perempuan terlalu sibuk mempercantik diri Ini akan semakin meneggelamkan perempuan dalam inferioritasnya dan menjauhkan perempuan atas dirinya sendiri.
Konflik moral akibat mitos kecantikan ini juga menimbulkan stress dibawah sadar perempuan. Hasilnya adalah, perempuan melakukan kekerasan dan penindasan pada kaumnya sendiri. Kita dapat melihat kembali penggambaran ini dlam dongeng Cinderella, dimana ibu tiri dan kedua kakak tiri Cinderella tidak menyukai Cinderella karena Cinderella sangat cantik,lemah lembut dan baik hati. Mereka memperlakukan Cinderella spt pembantu dan memberikan Cinderella pakaian yang kumal.
Tampilan dari sikap ibu dan kedua saudara tiri Cinderella adalah perempuan merupakan makhluk yang mengerikan, mempunyai sifat dengki dan iri hati, emosional, terlalu berperasaan, dan mementingkan hal yang remeh spt bersaing untuk menjadi yang tercantik, sibuk mempercantik dirinya, dan terlalu mengagung-agungkan pesona fisik dibandingkan intelektualitasnya.
Tak heran jika dikisah nyata baik itu pergaulan sekolah maupun tingkat universitas,kita sering mendengar istilah “gencet”bagi kaka tingkat atau kakak kelas yang memiliki komunitas tertentu dan merasa tidak suka dengan adik kelas atau anak baru yang cantik dan tampil mempesona dengan sedikit berdandan. Tidakkah disadari bahwa dampak kisah ini begitu nyata hadir ditengah2 kita saat ini.
Dan bagian yang menarik untuk dikritisi pada kisah ini adalah saat pengeran mencari Cinderella ke seluruh negeri. Suatu ketika pangeran menemukan sebuah rumah dimana terdapat tiga orang perempuan. Ketiga perempuan adalah ibu tiri, dan kedua saaudara tiri Cinderella. Pangeran ingin mengtahui apakah dari ketiga perempuan itu salah satunya adalah Cinderella, kemudian pangeran memasangkan satu pasang sepatu kepada ibu tiri dan saudara tiri Cinderella. Akan tetapi kaki ketiganya tidak ada yang pas dengan sepatu kaca itu. Kemudian pangeran yang tampak putus asa bertanya kepada ibu tiri, apakah ada seorang perempuan lagi dirumah ini. Ibu tiri menjawab bahwa tidak ada perempuan lagi dirumahnya selain dirinya dan kedua anaknya. Kemudian terdengar bunyi sesuatu terjatuh. Pangeran terkejut dan mencari arah suara itu. Pangeran menemukan seorang perempuan  kumal penuh abu didapur. Pangeran mencoba Cinderella untuk mencoba sepatu kaca tersebut. Ternyata sepatu itu pas sekali dengan kaki Cinderella. Seketika itu juga Cinderella berubah wujud menjadi Cinderella yang cantik. Kemudian pangeran meyakini bahwa dialah Cinderella yang dicarinya. Pangeran yang telah menemukan belahan hatinya, tidak lagi membuang-buang waktu. Dia meminta Cinderella untuk ikut dengannya keistana. Disana pangeran dan Cinderella menikah dan hidup bahagia.
Jika kita analogikan maksud cuplikan dongeng tsb, bahwa dpt disimpulkan pangeran tidak mngenal Cinderella versi kumal dan kotor. Setelah sepatu kaca pas dgn kaki Cinderella, pangeran belum yakin bahwa itu adalah Cinderella. Namun ketika Cinderella berubah wujud menjadi sosok yang cantik, barulah pangeran meyakini bahwa dialah Cinderella. Dongeng ini berakhir bahagia karna pangeran telah menemukan Cinderella versi cantik. Bagaimana keadaanya jika pangeran tidk bertemu dgn Cinderella versi cantik, atau bagaimana jika pangeran bertemu Cinderella versi kumal tnpa spatu kaca?
Jawabannya mungkin kisah ini tidak akan berakhir bahagia. Mungkin pangeran akan frustasi karna tidak menemukan Cinderella versi cantik sedangkan Cinderella terus terhanyut dalam mimpi tentang pangeran yang tidak akan pernah mendatanginya. Dibagian ini, saya dapat melihat ada makna terselubung yang  menjadi tertanam secara psikologis pada diri setiap perempuan yaitu bahwa kecantikan memegang peranan besar terhdap kebahagiaan sesorang.

Setelah kisah ini selesai diceritakan, biasanya para orang tua menjelaskan moral dongeng ini kepada anaknya bahwa seseorang yang berbuat baik akan mendapatkan keberuntungan, sebaliknya bahwa seseorang yg berbuat jahat akan menuai kesengsaraan. Namun, apakah apakah anak-anak perempuan tadi menghayati moral tersebut. saya berpendapat tidak, yang melekat didalam hati anak-anak pastilah sebuah impian untuk mempunyai wajah cantik sehingga bisa mendapatkan seorang pangeran dan hidup di istana. Pada akhirnya mitos kecantikan lebih kuat melekat dibandingkan nilai moral tadi. Para orang tua membacakan dongeng ini kepada anak-anaknya, dan apa para orangtua tsb menganggap psitif dongeng ini karna diangggap mengandung nilai moral kebaikan. Akan tetapi para orang tua tidak menyadari dampak nya pada aanak-anak mereka khusunya anak2 perempuan mereka. Dongeng ini hanya menghasilkan mimpi2 bagi anak perempuan dan bukan imajinasi. Mimpi hanya akan menidurkan anak2 dalam khayalan yang mendalam, lawn dari mimpi yaitu imajinasi. Imajinasi ini akanmenghasilkan sesuatu yang kreatif. Tetapi sayangnya hal yang terakhir ini tidak terdapat dalam dongeng Cinderella.

**pengendalian seksualitas perempuan juga menjadi agenda dari kisah cinderella. Dalam dongeng Cinderella kita melihat adanya hal tsb walaupun tdk tertuang secara eksplisit ttpi scra implisit. Hal yg dpt saya gambarkan dlm dongeng ini berkaitan dengan  realitas social mengenai perempuan yang menikah dua kali ( ibu tiri Cinderella) dan konsep perempuan sebgai makhluk inferio yg berfungsi sebagai alat reproduksi. Melalui dongen ini ada sebuah konsep yang tertanam manjadi pengetahuan umum bahwa ibu tiri adalah perempuan jahat. Ibu tiri selalu jahat kepada anak tirinya. Dari sini sebenarnya terkandung dua dimensi tersembunyi dari realitas sosial.yaitu;
1. Konsep mngenai kebencian trhdp ibu tiri. Tokoh ibu tiri yang jahat dalm dongeng ini sengaja diciptakan untuk menyebarkan pandangan umum tentang ibu tiri dgn hrpan anak2 prmpuan yg mmbca crta ini dpt memperoleh gmbrn mngnai ibu tiri yg jaht kemudian ank2 melarang ayahnya untuk menikah lagi.
2. Adanya pandangan kebencian mengenai perempuan bahwa dpt berubah mnjdi sesuatu yg mengerikan spt menindas, melakukan kekerasan, iri hati dan emosional. 

 Selainkonsep tentang ibu tiri, didalm dongeng ini juga terdapat penggambaran konsep perempuan sebagai mesin reproduksi. Dimana disini dikisahkan bahwa raja dan permaisuri menginginkan pangeran cpt menikah karena ingin seceptnya mempunyai cucu, sementara pangern belum berkeinginan untuk menikah karena belum memilki perempuan yg sempurna.

Kisah Cinderella ini begitu terkenal hingga keseantero dunia, media massa memegang peranan penting dalam hal ini.  Dan mendukung pengukuhan stereotype dan peneguhan mitos kecantikan dan kisah sempurna ala dongeng Cinderella. Tentunya hal ini akan berpengaruh pada tahap perkembangan kepribadian perempuan.khususnya anak2 perempuan,karna apa?k arna dongeng ini biasa diperkenalkan oleh orang tua mereka diusia yang masih balita ataupun baru masuk sekolah. Sehingga tidak mengherankan jika dilihat dari perspektif psikilogis para perempuan diseluruh dunia lebih memperhatikan perkembangan dirinya pada spek penampilan diri, agar lebih diperhatikan oleh remaja laki-laki.
Tidakkah disadari oleh kita semua, bahwa kisah Cinderella ini memberikan harapan hampa kepada para perempuan diseluruh dunia, akan kesempurnaan hidup yang sebenarnya dapat diraih tanpa harus dengan kesempurnaan fisik.
Seperti kutipan iklan eskulin pada tahun”saya lupa sist(hha)” dimana disitu ada satu cuplikan cwe cupu dan bosan dgn hidupnya,kemudian tiba2 dtg ibu peri.kasih hrpan, sruh dia minta satu hal, dan dya mnyatakan sperti ini disalh satu dialognya”berikut dialognya
Kamu mau apa,sebut satu permintaan?”ibu peri”
Saya mau jadi……………….diam bbrpa saat,Cinderella.’anak perempuan.
Cring berubah lah dia dan hidupnya ceria.

Tidak miriskah kita menerima kenyataan ini, tidakkah kita sadari kisah Cinderella ini secara psikologis telah mengubah sedikit banyaknya,kurang lebihnya pandangan dan perspektif kita terhadap ukuran relativitas cantik menjadi sesuatu yang mutlak. Wanita dijadikan objek seksualitas reproduksi, dan ibu tiri digambarkan begitu kejam sampai dampaknya banyak anak2 kecil yang ketika ayahnya bercerai dan menikah lagi, 97% tdak setuju, dan beranggapan ibu tirinya jahat. Padahal anak itu belum mengenal dan belum pernah tau ibu tirinya seperti apa.
Sepertinya para orang tua harus lebih selektif lagi menceritakan dongeng kepada anaknya. Karna tujuan moral positif dari sebuah dongeng yang ingin kita sampiikn kepada anak belum tentu dapat diterima dengan sama.